PENINGGALAN SEJARAH MASA HINDIA BELANDA
PENDATANG DARI EROPA
Pada tahun 1945 - 1960 segala sesuatu yang menyangkut Belanda diganyang, perusahaan Belanda dinasionalisasi. Bahasa Belanda dalam waktu tak sampai dua puluh tahun 'hilang' dari bumi Indonesia karena generasi muda Indonesia tidak diajar bahasa Belanda di sekolah seperti generasi sebelum 1945. tempat - tempat dan gedung - gedung peninggalan Belanda antara lain :
1. Hoofdkantoor van het Boswezen Buitenzorg, (Sekarang kantor Ditjen PHPA Kementerian, Kehutanan, Bogor).
2. Laboratorium voor Agrogelogie en Ground Onderzoek, Balai Penelitian Tanah, Kementrian Pertanian RI
PENDATANG DARI CINA
Bangunan tua milik keluarga Kapitan Tan berarsitektur India di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, yang masih berdiri, terawat, dan menunjukkan sisa keberadaan kawasan Tionghoa Bogor. Menurut budayawan Tionghoa Bogor, Mardi Liem, Passer Baroe dibangun pada 1873 se-zaman dengan Hotel Binnenhof (kini Hotel Salak Heritage) dan Hotel Bellevue (pernah menjadi Pasar Ramayana dan kini Bogor Trade Mall).
PENDATANG DARI TIMUR TENGAH
Secara historis, perkembangan kehidupan komunitas etnis Arab di kota Bogor, dimulai sekitar awal abad ke 19. Seiring berjalan waktu, kebijakan kolonial Belanda yang menerapkan sebuah aturan yang di sebut sebagai wijkenstelsel. kebijakan pemukinan berdasarkan etnis. Aturan tersebut menyebabkan masyarakat kota Bogor tinggal menetap menurut etnisnya masing-masing. Secara etimologis kata Empang sendiri merupakan sebuah kosakata dalam bahasa sunda yang berarti kolam ikan, atau kolam besar.
a. Zaman Kerajaan Pajajaran ( 1482-1569 )
Wilayah Empang diapit oleh sungai Cisadane dan Sungai Cipakancilan. Wilayah ini dahulu dikenal dengan nama pakuan. Kondisi sosial-kultural masyarakatnya didominasi oleh corak kehidupan masyarakat Hindu.
b. Zaman Kerajaan Belanda ( 1754-1945 )
Memasuki fase kolonial Belanda, wilayah Empang beralih fungsi menjadi pusat pemerintah kolonial Belanda yang merupakan sebuah karesidean baru, bernama Karasidenan Kampung Baru atau Regentscape Buitenzong. Karesidenan ini menjadi cikal bakal lahirnya Kabupaten Bogor terhitung sejak tahun 1754 - 1872.
c. Zaman Kemerdekaan ( 1945 - sekarang )
Kini, wilayah Empang mengalami banyak perubahan, di antaranya karena faktor perdagangan dan perekonomian. Pada fase ini, geliat ekonomi masyarakat sudah mulai stabil, masyarakat etnis Arab sendiri dominan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar